Human Capital Strategy toward Older Worker
Kelangkaan Human Capital dengan keahlian dan pengetahuan tertentu sering terjadi pada perusahaan/organisasi. Kosongnya Human Capital kunci di salah satu divisi menjadi runyam tatkala perusahaan tidak mampu mencari penggantinya dengan cepat. Saat adanya karyawan yang keluar, maka ada posisi yang kosong dan harus segera ada yang menggantikan. Selama lowong, maka ada karyawan lain yang harus membackup dan bisa mengakibatkan tugas menumpuk dan terbengkalai. Ini akan mempengaruhi motivasi dan semangat kerjanya. Solusi praktisnya adalah mempertahankan pekerja senior serta mendorong para pensiunan untuk kembali bekerja.
Manajemen Human Capital dipicu dengan adanya tuntutan untuk lebih memperhatikan kebijakan yang diterapkan perusahaan terhadap karyawan. Kebijakan perusahaan yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan harapan kerja karyawan akan berdampak buruk pada sikap kerja karyawan.
Konsep Perencanaan Human Capital
Perencanaan Human Capital merupakan proses analisis dan identifikasi terjadinya kebutuhan akan Human Capital, sehingga organisasi tersebut dapat mencapai tujuannya.
Perencanaan Human Capital bertujuan untuk memastikan bahwa sumber daya yang dibutuhkannya, baik dalam arti kuantitas maupun kualitas (kompetensi yang dimiliki) telah tersedia pada saat diperlukan. Terbentuknya perencanaan Human Capital memberikan beberapa manfaat, misalnya adalah perusahaan memperoleh informasi mengenai tenaga kerja yang akan digunakan sebagai dasar pengembangan atau promosi dan pembinaan Human Capital di masa yang akan datang. Semua organisasi atau perusahaan menginventarisasi kebutuhan ketenagakerjaan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Rencana jangka pendek mengutamakan suatu pekerjaan yang harus segera diselesaikan oleh pegawai, sedangkan rencana jangka panjang mencakup pekerjaan yang akan dilakukan dalam jangka waktu yang lebih panjang seperti contoh perencanaan mempertahankan pekerja senior dalam bekerja dalam merekrut kembali pensiunan untuk bekerja kembali dalam perusahaan.
Dampak Positif Karyawan Senior dan Pensiunan dalam Perusahaan
Sebagian besar orang berpendapat bahwa daya ingat dan kemampuan bekerja akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Hal tersebut juga berlaku pada setiap karyawan senior yang telah belasan atau bahkan mungkin puluhan tahun bekerja untuk perusahaan. pendapat tersebut tidak selamanya dapat diterima oleh beberapa ahli bahkan mereka menyebutkan bahwa sebenarnya karyawan senior sebenarnya memiliki kemampuan dan keunggulan lebih dari yang kita bayangkan.
Salah satunya adalah tingginya sikap loyalitas karyawan senior maupun pensiunan yang berasal dari rasa syukur kepada perusahaan yang telah membesarkan mereka. Termasuk juga perjuangan bersama perusahaan dalam menghadapi pasang surut ekonomi yang tentunya berpengaruh pula terhadap karir dan keuangan mereka. Karyawan senior maupun pensiunan juga sangat memahami siapa mereka dan apa yang mereka inginkan dari pekerjaan. Lebih mudah bagi mereka untuk menemukan kepuasan di tempat kerja daripada meninggalkan pekerjaan tersebut untuk diserahkan kepada karyawan baru yang lebih muda.
Selain itu setiap karyawan senior maupun pensiunan juga memiliki pemahaman yang baik atas kemampuan mereka sendiri yang memungkinkannya untuk mengetahui dimana posisi mereka dan bagaimana cara menyesuaikan diri secara tidak mencolok perhatian. Sedangkan pada generasi pekerja junior terkadang sering terganggu oleh kewajiban sosial yang harus mereka hadapi seperti menghadapi pernikahan, menanti kelahiran anak hingga kepada mengasuh anak. Dengan memiliki karyawan senior setidaknya merupakan sebuah aset yang cukup stabil dan sangat penting di era modern, karena pada saat ini terdapat tren perpindahan karyawan yang cukup cepat sehingga akan mempengaruhi pula tingkat produktivitas dan moral kerja.
Secara umum karyawan senior maupun pensiunan lebih dapat memberikan keberlangsungan nilai kepada perusahaan dan pada berbagai penelitian menunjukkan pekerja yang menua memiliki kendali emosi yang lebih baik dan mampu bertindak dengan tenang dan rasional ketika membuat keputusan yang sulit.
Selain itu dalam hal pelestarian dan penyampaian kebijaksanaan sangat penting bagi perkembangan dan evolusi perusahaan dan ini merupakan tugas dari karyawan senior maupun pensiunan. Bahkan dalam sebuah studi menunjukkan bahwa mereka lebih baik dalam membimbing karyawan baru melalui kemampuan keterampilan dalam berbahasa pada saat memberikan bimbingan.
Peran Kepuasan Kerja sebagai Mediator Penggunaan Generativitas & Komitmen Kerja Efektif
Kepuasan kerja mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap produktivitas organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Ketidakpuasan merupakan titik awal dari masalah-masalah yang muncul dalam organisasi seperti kemangkiran, konflik manajer-pekerja dan perputaran karyawan. Dari sisi pekerja, ketidakpuasan dapat menyebabkan menurunnya motivasi, menurunnya moral kerja, dan menurunnya tampilan kerja baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif.
Kepuasan kerja dapat dirumuskan sebagai respon umum pekerja berupa perilaku yang ditampilkan oleh karyawan sebagai hasil persepsi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaannya. Seorang pekerja yang masuk dan bergabung dalam suatu organisasi mempunyai seperangkat keinginan, kebutuhan, hasrat dan pengalaman masa lalu yang menyatu dan membentuk suatu harapan yang diharapkan dapat dipenuhi di tempatnya bekerja. Kepuasan kerja ini akan didapat apabila ada kesesuaian antara harapan pekerja dan kenyataan yang didapatkan di tempat bekerja. Persepsi pekerja mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaannya dan kepuasan kerja melibatkan rasa aman, rasa adil, rasa menikmati, rasa bergairah, status dan kebanggaan. Dalam persepsi ini juga dilibatkan situasi kerja pekerja yang bersangkutan yang meliputi interaksi kerja, kondisi kerja, pengakuan, hubungan dengan atasan, dan kesempatan promosi. Selain itu di dalam persepsi ini juga tercakup kesesuaian antara kemampuan dan keinginan pekerja dengan kondisi organisasi tempat bekerja yang meliputi jenis pekerjaan, minat, bakat, penghasilan dan insentif.
Di era globalisasi saat ini perusahaan-perusahaan harus berkompetisi dengan ketat, maka dari itu penting untuk mempertahankan pekerja-pekerja yang memiliki keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan oleh perusahaan, termasuk pekerja senior yang telah bekerja puluhan tahun di perusahaan dan menguasai semua keahlian yang dibutuhkan dengan baik. Jika para pekerja senior tersebut tidak dikeluarkan kembali oleh perusahaan maka dapat terjadi hal-hal yang dapat menghambat produktivitas itu sendiri oleh sebab itu diperlukannya generativitas dalam bekerja.
Generativitas merupakan cara individu untuk memberikan bimbingan ke generasi muda. Dalam hal ini peran senior sangat bermanfaat untuk junior di perusahaan dalam memberikan bimbingan mengenai keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan perusahaan. perilaku generativitas pada perusahaan adalah hal yang sangat penting, karena sebagai ukuran dimana senior dapat dikatakan matang dalam membangun dan membimbing generasi berikutnya.
Program-program Perusahaan untuk Menarik Pekerja Pensiunan & Mempertahankan Pekerja Senior
Karyawan yang sudah berpengalaman merupakan salah satu aset utama dari perusahaan, karena kontribusi mereka yang begitu besar. Skill dan knowledge dari karyawan ini unik dan tidak dimiliki oleh semua orang. Sehingga kehilangan karyawan ini merupakan kerugian yang besar bagi perusahaan. oleh karena itu perusahaan harus mengembangkan serangkaian program dalam mempertahankan karyawan mereka. Berdasarkan studi Wisdom at Work, serangkaian inisiatif yang sukses dalam mempertahankan karyawan senior adalah:
Opsi jadwal fleksibel, dimana karyawan senior bisa bekerja secara part-time atau musiman, serta bertukar shift dengan rekan kerjanya.
Coaching & mentoring, dimana pekerja senior yang berpengalaman memberikan mentoring atau kepemimpinan kepada karyawan baru. Sehingga dapat menghasilkan tingkat turnover yang rendah diantara pekerja yang sudah berpengalaman.
Empowerment, pembentukan leadership, dimana senior dapat memberikan masukan kepada karyawan baru dalam keputusan-keputusan penting.
Komentar
Posting Komentar
Direct Correspondence to Researchers on Email